🦋 TENUN SIDAN DAYAK IBAN • KAPUAS HULU
Sidan Kupu-Kupu
Sidan Kupu-Kupu adalah objek tenun Dayak di Kapuas Hulu dalam ETNOSTATS-AR. Menurut sumber yang kami temukan, tenun Sidan dibuat oleh masyarakat Dayak Iban. Data nyata yang tersedia adalah jumlah penenun per kecamatan, dan data itu dipakai sebagai konteks belajar Level 2: penyajian data dalam tabel frekuensi, persentase, diagram batang, dan diagram lingkaran.
📖 Tentang Tenun Sidan
Sidan disebut sebagai salah satu teknik tenun Dayak Iban, bersama kebat, sungkit, dan pilih (Pontianak Post, 2026). Motif dikelompokkan menurut tingkat sosial, dan penenun hanya boleh membuat motif yang sesuai usianya; motif sakral dibuat untuk pesanan khusus (detikNews, 2020). Satu-satunya motif yang disebut artikel itu adalah cengkok pakis (pakis).
📍 Asal Daerah
Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Transmigrasi Kapuas Hulu menyebut Desa Kantuk Asam, Kecamatan Puring Kencana, sebagai tempat produksi tenun Sidan terbanyak (Pemkab Kapuas Hulu, 2021).
📊 Sidan dan Etnostatistik
Penenun tersebar di beberapa kecamatan. Bagaimana menyajikan sebaran itu agar mudah dibaca? Tabel frekuensi, persentase, dan diagram adalah jawabannya, dan itu inti Level 2.
📚 Penenun Sidan dan Penyajian Data
Materi Level 2: mengubah data mentah menjadi tabel dan diagram yang mudah dibaca.
🦋 Konteks Pembelajaran
Data di halaman ini nyata: jumlah penenun per kecamatan dari data Dekranasda Kapuas Hulu tahun 2021 yang dikutip Pontianak Post. Tidak ditemukan sumber yang menghitung unsur visual motif kupu-kupu, sehingga angka simulasi unsur motif pada versi lama (18, 14, 10, 6) dihapus. Dengan hanya dua kategori, diagram dan tabel di sini sederhana, tetapi cukup untuk berlatih menghitung frekuensi relatif, persentase, dan sudut diagram lingkaran.
✔ DATA DEKRANASDA 2021 (VIA PONTIANAK POST)📋 Tabel Frekuensi Penenun Sidan
Jumlah penenun tenun Sidan menurut kecamatan, total N = 99 orang.
| Kecamatan | Frekuensi (f) | Frekuensi relatif (f/N) | Persentase | Frekuensi kumulatif | Sudut diagram lingkaran |
|---|---|---|---|---|---|
| Puring Kencana | 88 | 0,8889 | 88,9% | 88 | 320° |
| Putussibau Utara | 11 | 0,1111 | 11,1% | 99 | 40° |
| Jumlah | 99 | 1,0000 | 100,0% | – | 360° |
Sumber: Pontianak Post (2021). Persentase dan sudut dihitung penyusun. Jenis data: kualitatif nominal (kecamatan) dan kuantitatif diskret (jumlah penenun).
🧮 Ringkasan Perhitungan
Langkah menyusun tabel dan diagram dari data di atas.
📝 Langkah Penyajian
1. Jumlahkan frekuensi: 88 + 11 = 99.
2. Frekuensi relatif: 88 ÷ 99 = 0,8889 dan 11 ÷ 99 = 0,1111.
3. Persentase: kalikan 100, hasilnya 88,9% dan 11,1%, berjumlah 100%.
4. Sudut lingkaran: 0,8889 × 360° = 320° dan 0,1111 × 360° = 40°.
5. Pilih diagram: batang untuk membandingkan jumlah, lingkaran untuk memperlihatkan bagian dari keseluruhan.
📉 Diagram Penenun Sidan
Data yang sama disajikan dua cara.
💡 Interpretasi dan Aktivitas
📖 Hasil Interpretasi
Dari 99 penenun yang tercatat, 88,9% berada di Kecamatan Puring Kencana dan hanya 11,1% di Putussibau Utara. Perbandingan 88 : 11 berarti sekitar 8 penenun di Puring Kencana untuk setiap 1 penenun di Putussibau Utara. Ini sejalan dengan keterangan Pemkab Kapuas Hulu bahwa produksi Sidan terpusat di Puring Kencana. Data hanya mencatat dua kecamatan, jadi tidak menggambarkan seluruh penenun Kapuas Hulu.
Pontianak Post juga melaporkan bahwa sebagian besar penenun adalah perempuan petani berusia sekitar 40 sampai 60 tahun dan penenun muda masih langka. Keterangan ini belum berupa angka sehingga tidak masuk perhitungan.
🎓 Aktivitas Peserta Didik
1️⃣ Hitung
Jika Putussibau Utara menambah 9 penenun, hitung ulang N, persentase, dan sudut diagram lingkaran.
2️⃣ Pilih Diagram
Diagram apa yang cocok untuk membandingkan jumlah penenun enam kecamatan? Jelaskan alasannya.
3️⃣ Kumpulkan Data
Catat warna dominan pada 10 kain tenun di sekitarmu, lalu susun tabel frekuensi dan diagram batangnya.
📰 Fakta dari Literatur
Keterangan pendukung tentang tenun Sidan Kapuas Hulu.
| Keterangan | Nilai Dilaporkan | Sumber |
|---|---|---|
| Penenun Sidan | 88 (Puring Kencana) dan 11 (Putussibau Utara), total 99 | Pontianak Post, 2021 (data Dekranasda) |
| Porsi produk Sidan di Malaysia asal Kapuas Hulu | Sekitar 90% | Pemkab Kapuas Hulu, 2021 (Disnakerintrans) |
| Ukuran kain | 150 × 75 cm (detikNews); kain terlebar 150 × 60 cm (Pontianak Post) | Dua sumber, berbeda ukuran |
| Rata-rata produksi | Sekitar 20 kain per tahun (tidak dijelaskan per penenun atau total) | Pontianak Post, 2021 |
| Harga motif sakral (pesanan khusus) | Hingga Rp5 juta per kain | detikNews, 2020 |
| Warna dasar tenun Iban | Merah, hitam, biru, putih | Pontianak Post, 2026 |
| Motif kupu-kupu dan makna "perubahan, pertumbuhan" | Tidak ditemukan | – |
🧺 Koleksi Kerajinan Lainnya
Jelajahi tenun dan kerajinan tradisional Kalimantan Barat lain di ETNOSTATS-AR.
🌺 Ikat Cintamani
Tenun ikat Dayak, data Sintang.
🪢 Ikat Akar Uwi
Tenun ikat Dayak Kapuas Hulu.
🪢 Sidan Bungai Nsurai
Tenun Dayak Kapuas Hulu.
🪢 Sidan Kacang Tanah Hutan
Tenun Dayak Kapuas Hulu.
🧺 Bidai Dayak Bidayuh
Tikar anyaman rotan Dayak Bidayuh.
💎 Manik Dayak
Manik pada pakaian adat dan upacara.
🧵 Alat Tenun Sambas
Alat tenun kayu Melayu Sambas.
🌊 Corak Insang Pontianak
Motif tenun insang ikan khas Pontianak.
⭐ Songket Tabur Bintang
Corak songket Melayu Sambas.
🔎 Sumber dan Catatan Data
📚 Rujukan
Pontianak Post. (2021, 21 Januari). Dorong Tenun Sidan Jadi Kerajinan Primadona. pontianakpost.jawapos.com
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. (2021, 19 Januari). Pemda Kapuas Hulu Terus Pertahankan Tenun Sidan Sebagai Produk Khas Budaya Kapuas Hulu. info.kapuashulukab.go.id
Imandiar, Y. (2020, 30 Desember). Sakralnya Tenun Sidan, Perajin Bisa Celaka Jika Langgar Aturan. detikNews. news.detik.com
Pontianak Post. (2026, 26 Oktober). Lindungi Warisan Budaya, Kemenkum Kalbar Fasilitasi Hak Cipta Motif Tenun Iban Kapuas Hulu. pontianakpost.jawapos.com
Catatan: (1) Semua angka berasal dari artikel media dan satu rilis pemerintah daerah; kami tidak menemukan publikasi ilmiah yang memuat motif "Sidan Kupu-Kupu". (2) Data penenun berasal dari 2021 dan hanya mencakup dua kecamatan. (3) Sumber memakai nama Sidan untuk tenun Dayak Iban dan menggolongkannya sebagai teknik tersendiri, bukan ikat; nama file dan judul "ikat sidan" pada situs lama sebaiknya dicek. (4) Pada versi lama, angka simulasi unsur motif (kupu-kupu 18, sulur 14, belah ketupat 10, border 6), makna "transformasi dan harapan", deskripsi pola simetris, dan warna merah-hitam-putih tanpa sumber dihapus; warna diganti dengan empat warna dasar dari Pontianak Post (2026). (5) Ukuran kain berbeda antarsumber dan dicatat apa adanya. (6) Asal "Dayak Kapuas Hulu" pada versi lama diperjelas menjadi Dayak Iban sesuai sumber; konfirmasi bila objek ini sebenarnya berasal dari kelompok lain.